Menampilkan postingan dengan label HR Knowledge

INSIGHTS

Postingan

5 Hal yang Harus Dilakukan oleh HR Ketika Kandidat Gugup Saat Interview Kerja Tidak sedikit kandidat yang memulai proses interview dengan rasa tegang, gugup, kurang percaya diri, bahkan takut memberikan jawaban yang dianggap salah. Sebagai HR Recruitment, bagaimana sebaiknya menyikapi kondisi seperti ini? Apakah langsung muncul pemikiran seperti: "Kayaknya kurang kompeten." "Sepertinya kurang persiapan." "Kalau menjawab saja sudah gugup, bagaimana nanti saat bekerja?" Jika sebagai HR Recruitment masih muncul early judgement seperti itu, dalam sudut pandang saya hal tersebut perlu menjadi area of improvement yang cukup serius (Mengasah kemampuan untuk tetap objektif sejak awal adalah salah satu pilar penting dalam [ 3 Tips Menjadi Hr Rekrutmen Yang Baik dan Kompeten ] ). Kenapa HR Tidak Boleh Melakukan Early Judgement? Selama berkarier sebagai HR, khususnya dalam proses recruitment dan interview kandidat, salah satu tantangan terbesa...
Pengalaman Kerja Bisa Membentuk Personal Values Seorang HR Dalam Bekerja Dalam dunia HR, setiap orang biasanya memiliki cara pandang, pendekatan, dan value yang berbeda-beda. (Perbedaan karakter dasar ini juga sering banget jadi obrolan hangat, seperti yang pernah kita bahas di [ Podcast: HR Baik vs HR Galak ] ). Ada HR yang sangat fokus pada fairness. Ada yang sangat concern terhadap employee experience. Ada yang sangat humanis terhadap tim. Ada juga yang sangat agile menghadapi dinamika perusahaan. Lalu sebenarnya, dari mana cara pandang tersebut terbentuk? Salah satu jawabannya adalah: pengalaman . Karena pengalaman kerja sering kali menjadi proses belajar yang paling nyata dalam membentuk cara seseorang memandang pekerjaan, tim, hingga bagaimana memperlakukan orang lain di lingkungan kerja. Kenapa Ada HR yang Sangat Fokus pada Fairness dan Development? Cara pandang seseorang terhadap fairness biasanya tidak muncul begitu saja. Bicara HR Sering kali menemukan hal t...
3 Hal yang Harus Dilakukan HR Saat Leader Bilang “Tim Saya Tidak Bisa Kerja” “Tim saya tidak bisa kerja, saya mau diganti saja.” Kalimat seperti ini (atau keluhan sejenis yang pernah kita bahas di [ Punya Anak Buah Toxic, Leader Harus Apa Ya? ])  mungkin pernah disampaikan seorang leader kepada HR di perusahaan. Lalu sebenarnya, bagaimana HR sebaiknya merespon kondisi seperti ini? Karena dalam praktiknya, sebelum pembahasan berkembang terlalu jauh menjadi judgement yang subjektif, HR perlu membantu mengarahkan diskusi kembali kepada data dan sistem penilaian kerja yang dimiliki perusahaan. Salah satu respon awal yang bisa diberikan HR adalah: “Boleh dijelaskan yang dimaksud tidak bisa kerja itu seperti apa Bpk/Ibu?” Pertanyaan ini terlihat sederhana, tetapi sebenarnya sangat penting. Karena sering kali penilaian seperti: “Tidak bisa kerja” “Kurang perform” “Kerjanya lambat” “Tidak cocok” Atau “Tidak berkembang” masih cenderung berdasarkan perspektif pribad...
Bisakah KPI Karyawan Dibuat Tanpa Job Description dan KPI Perusahaan? Di beberapa perusahaan, masih sering ditemukan kondisi seperti ini: Target dan KPI perusahaan belum ada Job Description setiap posisi kerja belum tersedia (Kondisi seperti ini pasti sangat membingungkan, buat kamu yang mungkin sedang mengalaminya, coba dengerin obrolannya di Podcast: Masuk ke Perusahaan Yang Gak Punya JobDesc? ) SOP, Work Instruction, maupun standar kerja lainnya juga belum dibuat Namun di sisi lain, perusahaan sudah mulai membuat KPI untuk setiap karyawan. Pertanyaannya: apakah implementasi seperti ini benar-benar efektif dan relevan? Dalam perspektif Bicara HR dalam fungsi HR People & Organization Development, KPI seharusnya bukan hanya sekadar angka atau formalitas penilaian kerja. Karena pada akhirnya, KPI perlu: Jelas Terukur Relevan dan dapat dikuantifikasi secara objektif Maka proses pembuatannya pun perlu memiliki landasan yang kuat. Kenapa KP...
Kenapa Hospitality Sangat Penting dalam Fungsi HR? Ini Dampaknya bagi Karyawan dan Perusahaan Dalam dunia Human Resources, hospitality sering kali dianggap hanya relevan untuk industri tertentu seperti hotel, restoran, atau customer service. Padahal, dalam praktiknya, hospitality juga memiliki peran yang sangat penting dalam fungsi HR di perusahaan. Kenapa? Karena pada dasarnya, hampir seluruh aktivitas HR berkaitan langsung dengan manusia, interaksi, dan pengalaman kerja karyawan di dalam perusahaan. Menurut Bicara HR, hospitality bukan sekadar sikap ramah, tetapi tentang bagaimana HR mampu menciptakan rasa: Aman Nyaman Dihargai Dan didukung dalam lingkungan kerja. HR dan Hospitality: Kenapa Sangat Berkaitan? Coba bayangkan situasi sederhana ini: Ketika seseorang bertamu ke rumah orang lain, mereka akan merasa lebih nyaman jika disambut dengan: Sikap ramah Komunikasi yang baik Perhatian Serta empati dalam interaksi Pengalaman tersebu...
Kenapa HR Ikut Monthly Meeting Tim Sales? Ini 3 Peran Strategisnya Dalam praktik di banyak perusahaan, tidak sedikit yang masih bertanya: Kenapa tim HR ikut monthly meeting tim sales? Apa kaitannya? Bahkan, tidak jarang juga tim HR sendiri merasa bingung mengenai peran mereka dalam forum tersebut. Padahal, jika dilihat dari sudut pandang yang lebih strategis, kehadiran HR dalam meeting tim sales bukan tanpa alasan. Artikel ini akan membahas 3 peran penting HR dalam meeting tim sales menurut Bicara HR, khususnya dari perspektif HR People & Organization Development (HR POD). Memahami Peran HR Lebih dari Fungsi Administrasi Selama ini, fungsi HR di perusahaan yang cukup dikenal oleh banyak orang pada umumnya adalah: Recruitment Payroll General Affair Training & Development Namun dalam praktiknya, HR memiliki fungsi lain yang lebih strategis, salah satunya adalah HR People & Organization Development (HR POD) . Fungsi ini berfokus pada: ...
Dalam perjalanan karir di dunia Human Resources, setiap individu pasti memiliki pendekatan, prinsip, dan gaya kerja yang berbeda. Namun, pernahkah kita bertanya: dari mana semua itu terbentuk? Menurut Bicara HR, jawabannya sederhana — pengalaman. Pengalaman bukan hanya membentuk kemampuan teknis, tetapi juga cara berpikir, cara mengambil keputusan, hingga bagaimana kita memperlakukan orang lain dalam pekerjaan. Saya Talita Zulmi yang sudah berpengalaman dibidang HR selama 13 tahun dan juga menjalani Bicara HR, Berikut adalah refleksi yang membentuk cara saya bekerja sebagai HR hingga saat ini 👇 1. Fokus pada Fairness dan Development Saya dan Bicara HR menjadi HR yang sangat berfokus pada fairness dan development karena karir kami dimulai dari perusahaan yang memiliki orientasi kuat pada people & organization development. Lingkungan tersebut membuat: Karyawan merasa aman Karyawan merasa nyaman Proses kerja berjalan dengan lebih sehat Dari sana saya be...
Memposting lowongan pekerjaan, peluang kerja sama pelatihan, pengadaan barang, hingga berbagai professional opportunity di LinkedIn adalah langkah yang tepat. Dalam pengalaman saya ( Talita Zulmi ) selama 13 tahun menggunakan LinkedIn, platform ini telah menjadi wadah yang sangat efektif untuk mempertemukan para profesional dari berbagai latar belakang. Mulai dari: Jobseeker dengan HR perusahaan Pemilik bisnis dengan calon klien atau investor Individu yang ingin berkembang dengan pihak yang kompeten Namun, dalam beberapa waktu terakhir, saya mulai melihat adanya perubahan pola yang cukup perlu menjadi concern bersama. Fenomena yang Mulai Sering Terjadi Beberapa praktik berikut mulai banyak dikeluhkan: 1. Lowongan Kerja Tanpa Kejelasan Lowongan diposting secara terbuka Kandidat diminta untuk “connect” akun LinkedIn Kandidat mengirimkan CV melalui DM Namun tidak ada respon atau feedback dalam kurun waktu yang cukup lama 2. Kebutuhan Vendor Tanpa Tin...
Kenapa Hasil Recruitment Dianggap “Tidak Sesuai”? Ini yang Perlu Dilakukan HR Dalam dunia recruitment, nggak jarang HR menerima complain dari user terkait kandidat yang baru masuk. Keluhannya bisa macam-macam: kandidat dianggap kurang sesuai ekspektasi, performanya belum maksimal, sampai dibilang tidak cocok dengan budaya tim. Padahal proses recruitment sudah dilakukan dengan serius. Lalu, apa penyebabnya? Dan apa yang sebenarnya perlu dilakukan HR untuk menghadapi situasi seperti ini? Berikut langkah-langkah praktis yang dapat menjadi acuan bagi HR Recruitment 👇🏻 1. Cek Kembali FPTK yang Sudah Disepakati Bersama Langkah pertama ketika muncul complain adalah meninjau ulang FPTK (Form Permintaan Tenaga Kerja) atau dokumen permintaan karyawan yang sudah disetujui oleh user dan HR. Fokuskan pada bagian Man Power Specification , yaitu kualifikasi dan kompetensi yang user minta untuk posisi tersebut. Kenapa ini penting? Karena kalau spesifikasi awalnya tidak jelas atau...
  Dalam perjalanan karier, kita pasti pernah menemukan perusahaan yang terlihat fokus pada kinerja, tapi sebenarnya belum benar-benar berorientasi pada people development. Berikut tiga ciri utama yang sering muncul berdasarkan pengalaman saya sebagai HR: 1. Belum Memiliki Recruitment Management System yang Komprehensif Proses rekrutmen hanya mengandalkan interview, belum dilengkapi dengan psikotest yang komprehensif. Padahal, hasil psikotest bisa menjadi landasan penting untuk melihat potensi, kompetensi, serta rencana pengembangan karyawan ke depannya. Karyawan baru langsung diminta bekerja tanpa orientasi atau onboarding. Akibatnya, mereka memulai pekerjaan tanpa benar-benar jelas mengenai perusahaannya, namun di sisi lain sudah dituntut langsung mampu bekerja sesuai harapan perusahaan. Belum tersedia dokumen pendukung seperti job description, SOP, atau work instruction. Hal ini membuat karyawan baru kesulitan memahami pekerjaannya secara jelas, sehingga berdampak pa...
  Bagi banyak orang, proses rekrutmen sering kali dipandang sederhana: job posting, sourcing, selection, kemudian placement. Padahal, aktualnya proses tersebut jauh lebih kompleks. Tujuan utama rekrutmen bukan sekadar mencari calon karyawan untuk bergabung, melainkan memastikan “the right man on the right place” benar-benar terimplementasi. Dengan kata lain, rekrutmen adalah proses krusial yang menentukan kualitas dan relevansi karyawan baru yang akan masuk ke dalam organisasi. Dalam pengalaman saya, tidak jarang HR berfokus pada pola “based on request” di mana aktivitas rekrutmen baru dimulai ketika user mengajukan permintaan karyawan baru. Pola ini membuat rekrutmen cenderung kurang terencana, lead time menjadi terbatas atau terburu-buru, dan pada akhirnya berdampak pada kualitas kandidat yang didapatkan. Lalu, bagaimana seharusnya alur proses rekrutmen yang efektif dan efisien? Berikut saya jelaskan berdasarkan sudut pandang saya sebagai HR Recruitment: 1. Awali dengan ...
  " Bertanggung jawab atas terpenuhinya The Right Man on The Right Place " Jika memahami kontekstual diatas, maka apa saja yang perlu dilakukan agar bisa menjadi seorang HR Recruitment Profesional? Pahami Knowledge-nya Pahami bahwa recruitment process selalu diawali dari kegiatan planning, sourcing, selection sampai dengan placement . Dari setiap proses diatas memiliki control pointnya masing-masing, jika dalam melakukan proses recruitment seorang HR Recruitment atau Recruiter belum benar-benar memahami masing-masing fungsi tersebut, dikhawatirkan akan terjadi proses kerja yang kurang sesuai dan berdampak pada output dari Recruitment process itu sendiri. Dengan paham mengenai knowledgenya, maka harapannya kualitas dari setiap output processnya akan terjaga dengan baik Perbanyak pengalaman untuk kemampuan teknis Dalam proses recruitment, ada beberapa kemampuan teknis yang wajib dimiliki Salah satu yang paling krusial adalah kemampuan melaksanakan proses interview Kemampuan be...
  Apa tujuan utama keberadaan HR Recruitment di sebuah perusahaan? Bertanggung jawab atas terpenuhinya "The Right Man on The Right Place " dengan standard waktu pemenuhan yang ada di sebuah perusahaan Jika memahami kontekstual diatas, maka apa saja yang perlu dilakukan agar bisa menjadi seorang HR. Recruitment Profesional? 1. Pahami Knowledge-nya Pahami bahwa recruitment process selalu diawali dari kegiatan planning, sourcing, selection sampai dengan placement  Dari setiap rangkaian proses diatas memiliki control pointnya masing-masing. Sepertihalnya begitu pentingnya Man Power Planning dalam sebuah perencaan recruitment process, atau begitu pentingnya platform yang tepat untuk sourcing process, dll Dengan paham mengenai knowledgenya, serta memahami control point masing-masing aktivitas tersebut maka harapannya kualitas dari setiap output processnya akan terjaga dengan baik 2. Perbanyak pengalaman untuk kemampuan teknis Dalam proses recruitment, ada beberapa kemampuan tekni...
  Terdapat dua pihak yang memiliki andil dalam proses seleksi kerja kamu, yaitu HRD dan User/Calon atasan langsung, dua-duanya akan memiliki andil pada proses seleksinya masing-masing: 1 . HRD • Analisa hasil psikotest (Intelegensi dan Kepribadian)           Jika memenuhi standart yang perusahaan tentukan, maka akan lolos ke next process, namun jika tidak maka HRD memiliki wewenang untuk menentukan kandidat tersebut untuk tidak lolos untuk proses berikutnya. Standart berupa standarisasi angka tertentu terkait kapasitas berpikir yang dimiliki oleh seseorang, serta karakter atau kepribadian yang sesuai  untuk memenuhi requirements pada posisi tersebut • Interview HR           Tahap ini HR juga bisa memutuskan lolos/tidaknya kandidat ke next process Fokus dalam proses ini adalah untuk melihat pemenuhan standart requirements yang dimiliki oleh seseorang kandidat, proses tersebut bisa dilakukan dengan melakukan pengecekan...