Memposting lowongan pekerjaan, peluang kerja sama pelatihan, pengadaan barang, hingga berbagai professional opportunity di LinkedIn adalah langkah yang tepat.
Dalam pengalaman saya (Talita Zulmi) selama 13 tahun menggunakan LinkedIn, platform ini telah menjadi wadah yang sangat efektif untuk mempertemukan para profesional dari berbagai latar belakang.
Mulai dari:
- Jobseeker dengan HR perusahaan
- Pemilik bisnis dengan calon klien atau investor
- Individu yang ingin berkembang dengan pihak yang kompeten
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, saya mulai melihat adanya perubahan pola yang cukup perlu menjadi concern bersama.
Fenomena yang Mulai Sering Terjadi
Beberapa praktik berikut mulai banyak dikeluhkan:
1. Lowongan Kerja Tanpa Kejelasan
- Lowongan diposting secara terbuka
- Kandidat diminta untuk “connect” akun LinkedIn
- Kandidat mengirimkan CV melalui DM
- Namun tidak ada respon atau feedback dalam kurun waktu yang cukup lama
2. Kebutuhan Vendor Tanpa Tindak Lanjut
- Post kebutuhan vendor atau kerja sama
- Banyak pihak mengirimkan offering
- Namun tidak ada respon lanjutan atau feedback sama sekali (menggantung)
Apa Dampak dari Hal Ini?
Jika pola ini terus terjadi, maka ada beberapa dampak yang perlu menjadi perhatian:
1. Turunnya Integritas dalam Proses Profesional
Proses yang seharusnya dijalankan dengan profesional justru menjadi tidak transparan, kurang kejelasan, dan tidak lagi mengutamakan integritas dalam proses.
2. Menurunnya Trust sesama Pengguna Platform
Banyak individu mulai mempertanyakan:
- Apakah lowongan tersebut valid?
- Apakah opportunity tersebut benar adanya?
3. Kecenderungan Munculnya Persepsi Negatif
- Postingan hanya untuk mengejar traffic
- Atau sekadar menambah jumlah followers
Refleksi: Apakah Fungsi LinkedIn Mulai Bergeser?
Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka fungsi LinkedIn sebagai platform profesional bisa menjadi tidak lagi relevan seperti yang selama ini kita pahami.
Padahal, kekuatan utama platform ini ada pada:
- Kepercayaan
- Kredibilitas
- Profesionalisme
Apa yang Bisa Kita Lakukan Sebagai Profesional?
Terlepas dari siapa yang benar atau salah, ada beberapa hal yang bisa kita mulai dari diri sendiri:
1. Memberikan Respon, Sekalipun Singkat
Tidak harus panjang, namun cukup untuk menunjukkan bahwa proses tetap berjalan secara profesional.
2. Menjaga Kejelasan Informasi
Pastikan:
- Lowongan valid
- Kebutuhan jelas
- Proses transparan
- Tidak ada proses yang menggantung tanpa kejelasan atau kepastian
3. Menggunakan Platform Secara Bertanggung Jawab
LinkedIn bukan sekadar media sosial, tetapi ruang profesional yang dibangun atas dasar trust.
Pada akhirnya, integritas bukan hanya tentang proses besar, tetapi juga tentang konsistensi dalam hal-hal kecil.
Jika setiap individu mulai aware untuk:
- Bersikap profesional
- Menghargai proses
- Menjaga komunikasi
Maka integritas dan trust akan berjalan beriringan.
Dan di situlah fungsi LinkedIn akan kembali pada esensinya sebagai platform yang benar-benar mempertemukan para profesional secara efektif dan bermakna š

Komentar
Posting Komentar