Postingan

Postingan Terbaru

Kenapa Hasil Recruitment Dianggap “Tidak Sesuai”? Ini yang Perlu Dilakukan HR Dalam dunia recruitment, nggak jarang HR menerima complain dari user terkait kandidat yang baru masuk. Keluhannya bisa macam-macam: kandidat dianggap kurang sesuai ekspektasi, performanya belum maksimal, sampai dibilang tidak cocok dengan budaya tim. Padahal proses recruitment sudah dilakukan dengan serius. Lalu, apa penyebabnya? Dan apa yang sebenarnya perlu dilakukan HR untuk menghadapi situasi seperti ini? Berikut langkah-langkah praktis yang dapat menjadi acuan bagi HR Recruitment 馃憞馃徎 1. Cek Kembali FPTK yang Sudah Disepakati Bersama Langkah pertama ketika muncul complain adalah meninjau ulang FPTK (Form Permintaan Tenaga Kerja) atau dokumen permintaan karyawan yang sudah disetujui oleh user dan HR. Fokuskan pada bagian Man Power Specification , yaitu kualifikasi dan kompetensi yang user minta untuk posisi tersebut. Kenapa ini penting? Karena kalau spesifikasi awalnya tidak jelas atau...
  Punya Anak Buah Toxic? Leader Harus Apa Ya? Tidak sedikit ditemukan dalam sebuah tim, ada satu atau dua orang yang cenderung bersikap negatif dalam aktivitas kerjanya. Kadang dimulai dari kata-kata yang kurang baik, bermuka dua, terlihat seringkali memprovokasi, bersikap kurang disiplin, atau bahkan menebarkan energi negatif yang bikin suasana kerja jadi terasa kurang nyaman. Kalau kamu adalah leader, tentu situasi seperti ini tidak dapat didiamkan begitu saja, meskipun tentu bukan suatu hal yang mudah. Di satu sisi kamu ingin menjaga hubungan baik dengan semua anggota tim, tapi di sisi lain kamu juga perlu menjaga atmosfer kerja agar tetap sehat dan produktif. Jadi, apa yang sebaiknya kamu lakukan? Berikut langkah-langkah sederhana yang bisa kamu coba 馃憞馃徎 #1 Definisikan dulu “toxic” dalam versi kamu Sebelum menilai seseorang sebagai “toxic”, penting banget untuk mendefinisikan dulu apa makna toxic menurut kamu dan perusahaan. Kenapa ini penting? Karena jika kam...
  Dalam perjalanan karier, kita pasti pernah menemukan perusahaan yang terlihat fokus pada kinerja, tapi sebenarnya belum benar-benar berorientasi pada people development. Berikut tiga ciri utama yang sering muncul berdasarkan pengalaman saya sebagai HR: 1. Belum Memiliki Recruitment Management System yang Komprehensif Proses rekrutmen hanya mengandalkan interview, belum dilengkapi dengan psikotest yang komprehensif. Padahal, hasil psikotest bisa menjadi landasan penting untuk melihat potensi, kompetensi, serta rencana pengembangan karyawan ke depannya. Karyawan baru langsung diminta bekerja tanpa orientasi atau onboarding. Akibatnya, mereka memulai pekerjaan tanpa benar-benar jelas mengenai perusahaannya, namun di sisi lain sudah dituntut langsung mampu bekerja sesuai harapan perusahaan. Belum tersedia dokumen pendukung seperti job description, SOP, atau work instruction. Hal ini membuat karyawan baru kesulitan memahami pekerjaannya secara jelas, sehingga berdampak pa...