Postingan

Postingan Terbaru

AI Sebagai Partner Kerja, Bukan Pengganti Manusia Beberapa waktu terakhir, saya cukup sering melihat diskusi mengenai Artificial Intelligence (AI), khususnya tentang penggunaannya dalam membuat konten maupun membantu aktivitas pekerjaan. Ada yang mendukung, ada juga yang masih memiliki berbagai kekhawatiran. Melalui artikel ini, saya ingin berbagi bagaimana pengalaman serta hubungan profesional saya dengan AI, baik dalam pembuatan konten maupun dalam pekerjaan sebagai HR (jika perusahaan Anda membutuhkan pendampingan profesional di bidang manajemen SDM, Bicara HR juga menyediakan layanan [ Jasa Konsultasi HR Untuk Perusahaan ] ) dan Professional Trainer. Apakah Saya Menggunakan AI dalam Pekerjaan? Jawabannya, ya. Namun implementasinya tentu berbeda-beda, tergantung kebutuhan. Untuk konten yang saya bagikan di LinkedIn (sebagai salah satu wadah krusial untuk membangun citra profesional seperti yang kita obrolin di [ Podcast: Personal Branding Bagi Jobseeker ] ), honestly sa...
Pengalaman Kerja Bisa Membentuk Personal Values Seorang HR Dalam Bekerja Dalam dunia HR, setiap orang biasanya memiliki cara pandang, pendekatan, dan value yang berbeda-beda. (Perbedaan karakter dasar ini juga sering banget jadi obrolan hangat, seperti yang pernah kita bahas di [ Podcast: HR Baik vs HR Galak ] ). Ada HR yang sangat fokus pada fairness. Ada yang sangat concern terhadap employee experience. Ada yang sangat humanis terhadap tim. Ada juga yang sangat agile menghadapi dinamika perusahaan. Lalu sebenarnya, dari mana cara pandang tersebut terbentuk? Salah satu jawabannya adalah: pengalaman . Karena pengalaman kerja sering kali menjadi proses belajar yang paling nyata dalam membentuk cara seseorang memandang pekerjaan, tim, hingga bagaimana memperlakukan orang lain di lingkungan kerja. Kenapa Ada HR yang Sangat Fokus pada Fairness dan Development? Cara pandang seseorang terhadap fairness biasanya tidak muncul begitu saja. Bicara HR Sering kali menemukan hal t...
7 Ciri Rekan Kerja Red Flag yang Perlu Diwaspadai di Dunia Kerja Dalam dunia kerja, memiliki rekan kerja yang profesional tentu dapat membuat lingkungan kerja terasa lebih sehat dan nyaman. Namun dalam praktiknya, tidak semua rekan kerja memiliki attitude dan cara kerja yang baik. Ada beberapa perilaku yang sebenarnya perlu diwaspadai karena dapat mempengaruhi: Kenyamanan kerja Komunikasi tim Budaya kerja Bahkan kesehatan mental di lingkungan kerja Salah satunya adalah perilaku rekan kerja yang cenderung “red flag”. Lalu seperti apa ciri-ciri rekan kerja red flag yang sering ditemukan di dunia kerja? Bicara HR sudah merangkumnya dalam 7 poin berikut: 1. Cenderung Self-Focused dan Hanya Ingin Didengarkan Salah satu ciri yang cukup sering ditemukan adalah rekan kerja yang hanya ingin didengarkan, tetapi kurang mau mendengarkan orang lain. Dalam diskusi kerja, mereka cenderung: Ingin pendapatnya selalu diikuti Sulit menerima sudut pandang orang lain Dan kurang ...