Postingan

Postingan Terbaru

Jika berbicara tentang apa yang membuat seorang karyawan merasa happy saat bekerja, Bicara HR rasa jawabannya akan sangat beragam. Setiap orang memiliki definisi "happy" yang berbeda. Ada yang merasa bahagia karena mendapatkan gaji yang tinggi, ada yang lebih mengutamakan work-life balance , ada juga yang merasa puas ketika memiliki lingkungan kerja yang suportif atau kesempatan untuk terus berkembang. Melalui tulisan ini, Bicara HR ingin berbagi sudut pandang berdasarkan pengalaman pribadi kami, baik ketika bekerja sebagai karyawan maupun ketika menjalankan peran sebagai HR yang bertanggung jawab dalam People & Organization Development . Tentu saja, ini merupakan sudut pandang saya. Setiap orang sangat boleh memiliki pandangan yang berbeda. Kapan Kami Merasa Happy Sebagai Karyawan? Berdasarkan pengalaman Bicara HR, ada empat hal yang paling berpengaruh terhadap rasa senang dan nyaman ketika bekerja di sebuah perusahaan. 1. Memiliki Work Life Balance yang Sehat ...
Menjadi Ibu, Istri, dan Pekerja Profesional: Tidak Mudah, Tetapi Sangat Berharga Siapa di sini yang saat ini menjalani peran sebagai working mom ? Saya sangat ingin mendengar cerita dari rekan-rekan semua. Karena kami percaya, setiap working mom memiliki perjalanan yang berbeda. Ada tantangan, ada kebahagiaan, ada rasa lelah, tetapi juga ada begitu banyak momen yang membuat semuanya terasa berarti. (Untuk membantu Anda memetakan arah dan strategi di tengah perjalanan yang tidak mudah ini, kami menyediakan ruang diskusi melalui service  [Jasa Konsultasi Karir Untuk Karyawan/JobSeeker] ) . Tidak ada cerita yang benar-benar sama. Dan justru itulah yang membuat setiap perjalanan menjadi begitu istimewa. Rutinitas yang Mungkin Sangat Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari Bagi sebagian working mom, hari bahkan dimulai sebelum matahari terbit. Bangun lebih pagi, menyiapkan sarapan, menyiapkan bekal anak, menyiapkan kebutuhan suami dan juga menyiapkan perlengkapan sekolah anak. La...
Apakah Anda Sudah Benar-Benar Mendengarkan? Ini 5 Tanda Anda Belum Melakukannya Banyak orang merasa dirinya sudah menjadi pendengar yang baik. Padahal, belum tentu. Dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan kerja ( seperti dinamika yang pernah Bicara HR ulas dalam [Effective Communication Dalam Kehidupan Sehari-Hari] ), kita sering kali menganggap bahwa selama telinga kita mendengar apa yang disampaikan oleh lawan bicara, berarti kita sudah mendengarkan. Padahal, mendengar dan mendengarkan adalah dua hal yang berbeda. Mendengar adalah proses yang terjadi secara alami. Sementara mendengarkan membutuhkan perhatian, fokus, dan keinginan untuk benar-benar memahami apa yang ingin disampaikan oleh orang lain. Sebagai HR, Bicara HR cukup sering menemukan situasi di mana sebuah kesalahpahaman bukan terjadi karena seseorang tidak bisa berkomunikasi, tetapi karena mereka belum benar-benar mendengarkan. Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah kita suda...