Postingan

Postingan Terbaru

3 Hal yang Harus Dilakukan HR Saat Leader Bilang “Tim Saya Tidak Bisa Kerja” “Tim saya tidak bisa kerja, saya mau diganti saja.” Kalimat seperti ini (atau keluhan sejenis yang pernah kita bahas di [ Punya Anak Buah Toxic, Leader Harus Apa Ya? ])  mungkin pernah disampaikan seorang leader kepada HR di perusahaan. Lalu sebenarnya, bagaimana HR sebaiknya merespon kondisi seperti ini? Karena dalam praktiknya, sebelum pembahasan berkembang terlalu jauh menjadi judgement yang subjektif, HR perlu membantu mengarahkan diskusi kembali kepada data dan sistem penilaian kerja yang dimiliki perusahaan. Salah satu respon awal yang bisa diberikan HR adalah: “Boleh dijelaskan yang dimaksud tidak bisa kerja itu seperti apa Bpk/Ibu?” Pertanyaan ini terlihat sederhana, tetapi sebenarnya sangat penting. Karena sering kali penilaian seperti: “Tidak bisa kerja” “Kurang perform” “Kerjanya lambat” “Tidak cocok” Atau “Tidak berkembang” masih cenderung berdasarkan perspektif pribad...
3 Alasan Leader Perusahaan Sulit Berkolaborasi Antar Departemen Di beberapa perusahaan, jumlah leader level managerial mungkin sudah cukup banyak. Namun dalam praktiknya, masih sering ditemukan kondisi seperti: Leader hanya fokus pada target departemennya masing-masing Antar divisi sering mengalami missed communication Kolaborasi lintas departemen belum berjalan optimal Masing-masing tim bekerja dengan prioritas departemen Bahkan antar departemen justru saling berkompetisi, bukan saling mendukung Akibatnya, perusahaan terlihat memiliki banyak leader, tetapi belum benar-benar memiliki sinergi kerja yang kuat antar fungsi kerja. (Punya jabatan leader memang belum tentu punya jiwa kepemimpinan yang merangkul tim lain, fenomena ini pernah kita bahas di [Podcast: Leader? Tapi Kok Gak Punya Leadership? ] ) Padahal dalam operasional bisnis, target perusahaan tidak bisa dicapai hanya oleh satu departemen saja. Dibutuhkan kolaborasi, alignment, dan arah kerja yang sa...
Seberapa Penting People Development Untuk Perusahaan? Di beberapa perusahaan, masih cukup sering ditemukan situasi seperti berikut: Karyawan merasa terlalu hectic bekerja hingga sulit mencari waktu untuk pelatihan dan pengembangan diri Pelatihan dianggap sebagai tambahan pekerjaan yang justru menghambat aktivitas kerja Perusahaan cenderung untuk membatasi pelatihan karena khawatir pekerjaan menjadi tertunda Karyawan diminta belajar sendiri melalui learning by doing tanpa pelatihan yang relevan Budget pelatihan dan pengembangan belum menjadi prioritas karena dianggap menambah cost perusahaan Jika kondisi-kondisi di atas masih sering terjadi, hal tersebut bisa menjadi indikator nyata seperti yang pernah dibahas pada [3 Ciri Utama Perusahaan Yang Belum Menerapkan People Development]   bahwa perusahaan tersebut belum benar-benar berfokus pada aktivitas people development. (Untuk mengetahui lebih jauh kantormu masuk kategori yang mana, coba dengerin obrolannya di [...