Postingan

Postingan Terbaru

3 Cara Menjadi Leader yang Dihormati Tanpa Harus Ditakuti oleh Tim Masih cukup sering kita menemukan pandangan bahwa seorang leader harus terlihat galak, menjaga jarak dengan tim, atau selalu menjadi orang yang paling pintar agar dihormati. (Padahal, sikap galak dan temperamental yang berlebihan justru bisa menjadi toxic, seperti yang dibahas pada [ 4 Jenis Kemarahan Atasan Yang Tidak Profesional dan Tidak Perlu Diterima Tim ] ). Dalam praktiknya, tentu setiap leader memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda. Dan saya tidak mengatakan bahwa pendekatan tersebut salah, karena pada akhirnya setiap orang memiliki pengalaman, karakter, serta situasi organisasi yang berbeda-beda. (Meskipun gaya kepemimpinan yang terlalu kaku dan terlalu mengontrol sering kali justru memicu rasa tidak nyaman pada tim, seperti yang dibahas pada [ Podcast: Cara Menghadapi Leader Micromanage ] ). Namun menurut saya, terdapat pendekatan lain yang justru dapat membangun hubungan kerja yang lebih efektif antara...
5 Hal yang Harus Dilakukan oleh HR Ketika Kandidat Gugup Saat Interview Kerja Tidak sedikit kandidat yang memulai proses interview dengan rasa tegang, gugup, kurang percaya diri, bahkan takut memberikan jawaban yang dianggap salah. Sebagai HR Recruitment, bagaimana sebaiknya menyikapi kondisi seperti ini? Apakah langsung muncul pemikiran seperti: "Kayaknya kurang kompeten." "Sepertinya kurang persiapan." "Kalau menjawab saja sudah gugup, bagaimana nanti saat bekerja?" Jika sebagai HR Recruitment masih muncul early judgement seperti itu, dalam sudut pandang saya hal tersebut perlu menjadi area of improvement yang cukup serius (Mengasah kemampuan untuk tetap objektif sejak awal adalah salah satu pilar penting dalam [ 3 Tips Menjadi Hr Rekrutmen Yang Baik dan Kompeten ] ). Kenapa HR Tidak Boleh Melakukan Early Judgement? Selama berkarier sebagai HR, khususnya dalam proses recruitment dan interview kandidat, salah satu tantangan terbesa...
AI Sebagai Partner Kerja, Bukan Pengganti Manusia Beberapa waktu terakhir, saya cukup sering melihat diskusi mengenai Artificial Intelligence (AI), khususnya tentang penggunaannya dalam membuat konten maupun membantu aktivitas pekerjaan. Ada yang mendukung, ada juga yang masih memiliki berbagai kekhawatiran. Melalui artikel ini, saya ingin berbagi bagaimana pengalaman serta hubungan profesional saya dengan AI, baik dalam pembuatan konten maupun dalam pekerjaan sebagai HR (jika perusahaan Anda membutuhkan pendampingan profesional di bidang manajemen SDM, Bicara HR juga menyediakan layanan [ Jasa Konsultasi HR Untuk Perusahaan ] ) dan Professional Trainer. Apakah Saya Menggunakan AI dalam Pekerjaan? Jawabannya, ya. Namun implementasinya tentu berbeda-beda, tergantung kebutuhan. Untuk konten yang saya bagikan di LinkedIn (sebagai salah satu wadah krusial untuk membangun citra profesional seperti yang kita obrolin di [ Podcast: Personal Branding Bagi Jobseeker ] ), honestly sa...