Postingan

Postingan Terbaru

Apakah Anda Sudah Benar-Benar Mendengarkan? Ini 5 Tanda Anda Belum Melakukannya Banyak orang merasa dirinya sudah menjadi pendengar yang baik. Padahal, belum tentu. Dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan kerja ( seperti dinamika yang pernah Bicara HR ulas dalam [Effective Communication Dalam Kehidupan Sehari-Hari] ), kita sering kali menganggap bahwa selama telinga kita mendengar apa yang disampaikan oleh lawan bicara, berarti kita sudah mendengarkan. Padahal, mendengar dan mendengarkan adalah dua hal yang berbeda. Mendengar adalah proses yang terjadi secara alami. Sementara mendengarkan membutuhkan perhatian, fokus, dan keinginan untuk benar-benar memahami apa yang ingin disampaikan oleh orang lain. Sebagai HR, Bicara HR cukup sering menemukan situasi di mana sebuah kesalahpahaman bukan terjadi karena seseorang tidak bisa berkomunikasi, tetapi karena mereka belum benar-benar mendengarkan. Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah kita suda...
Perusahaan Punya Banyak Karyawan Hebat, Tapi Sulit Bekerja Sama? Tidak sedikit Business Owner yang menyampaikan tantangan serupa ketika melakukan initial meeting dengan kami sebelum menentukan project bersama Bicara HR. Menariknya, permasalahan yang disampaikan sering kali bukan karena perusahaan kekurangan karyawan yang kompeten, Justru sebaliknya. Perusahaan memiliki banyak orang hebat, tetapi masih mengalami kesulitan untuk membangun kerja sama yang efektif sebagai sebuah tim. ( Tantangan mengenai macetnya sinergi dan kolaborasi ini juga kerap terjadi di tingkat manajemen, seperti yang pernah saya bahas pada [3 Alasan Leader Perusahaan Sulit Berkolaborasi Antar Departemen] ). Beberapa kondisi perusahaan yang masih mengalami kesulitan untuk membangun kerja sama tim yang cukup sering Bicara HR temui di antaranya: Perusahaan memiliki banyak karyawan dengan kompetensi yang baik dan mampu bekerja secara individu, tetapi masih sulit bersinergi dalam tim. Perusahaan memiliki kar...
3 Cara Menjadi Leader yang Dihormati Tanpa Harus Ditakuti oleh Tim Masih cukup sering kita menemukan pandangan bahwa seorang leader harus terlihat galak, menjaga jarak dengan tim, atau selalu menjadi orang yang paling pintar agar dihormati. (Padahal, sikap galak dan temperamental yang berlebihan justru bisa menjadi toxic, seperti yang dibahas pada [ 4 Jenis Kemarahan Atasan Yang Tidak Profesional dan Tidak Perlu Diterima Tim ] ). Dalam praktiknya, tentu setiap leader memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda. Dan saya tidak mengatakan bahwa pendekatan tersebut salah, karena pada akhirnya setiap orang memiliki pengalaman, karakter, serta situasi organisasi yang berbeda-beda. (Meskipun gaya kepemimpinan yang terlalu kaku dan terlalu mengontrol sering kali justru memicu rasa tidak nyaman pada tim, seperti yang dibahas pada [ Podcast: Cara Menghadapi Leader Micromanage ] ). Namun menurut saya, terdapat pendekatan lain yang justru dapat membangun hubungan kerja yang lebih efektif antara...