Postingan

Postingan Terbaru

5 Hal yang Harus Dilakukan oleh HR Ketika Kandidat Gugup Saat Interview Kerja Tidak sedikit kandidat yang memulai proses interview dengan rasa tegang, gugup, kurang percaya diri, bahkan takut memberikan jawaban yang dianggap salah. Sebagai HR Recruitment, bagaimana sebaiknya menyikapi kondisi seperti ini? Apakah langsung muncul pemikiran seperti: "Kayaknya kurang kompeten." "Sepertinya kurang persiapan." "Kalau menjawab saja sudah gugup, bagaimana nanti saat bekerja?" Jika sebagai HR Recruitment masih muncul early judgement seperti itu, dalam sudut pandang saya hal tersebut perlu menjadi area of improvement yang cukup serius (Mengasah kemampuan untuk tetap objektif sejak awal adalah salah satu pilar penting dalam [ 3 Tips Menjadi Hr Rekrutmen Yang Baik dan Kompeten ] ). Kenapa HR Tidak Boleh Melakukan Early Judgement? Selama berkarier sebagai HR, khususnya dalam proses recruitment dan interview kandidat, salah satu tantangan terbesa...
AI Sebagai Partner Kerja, Bukan Pengganti Manusia Beberapa waktu terakhir, saya cukup sering melihat diskusi mengenai Artificial Intelligence (AI), khususnya tentang penggunaannya dalam membuat konten maupun membantu aktivitas pekerjaan. Ada yang mendukung, ada juga yang masih memiliki berbagai kekhawatiran. Melalui artikel ini, saya ingin berbagi bagaimana pengalaman serta hubungan profesional saya dengan AI, baik dalam pembuatan konten maupun dalam pekerjaan sebagai HR (jika perusahaan Anda membutuhkan pendampingan profesional di bidang manajemen SDM, Bicara HR juga menyediakan layanan [ Jasa Konsultasi HR Untuk Perusahaan ] ) dan Professional Trainer. Apakah Saya Menggunakan AI dalam Pekerjaan? Jawabannya, ya. Namun implementasinya tentu berbeda-beda, tergantung kebutuhan. Untuk konten yang saya bagikan di LinkedIn (sebagai salah satu wadah krusial untuk membangun citra profesional seperti yang kita obrolin di [ Podcast: Personal Branding Bagi Jobseeker ] ), honestly sa...
Pengalaman Kerja Bisa Membentuk Personal Values Seorang HR Dalam Bekerja Dalam dunia HR, setiap orang biasanya memiliki cara pandang, pendekatan, dan value yang berbeda-beda. (Perbedaan karakter dasar ini juga sering banget jadi obrolan hangat, seperti yang pernah kita bahas di [ Podcast: HR Baik vs HR Galak ] ). Ada HR yang sangat fokus pada fairness. Ada yang sangat concern terhadap employee experience. Ada yang sangat humanis terhadap tim. Ada juga yang sangat agile menghadapi dinamika perusahaan. Lalu sebenarnya, dari mana cara pandang tersebut terbentuk? Salah satu jawabannya adalah: pengalaman . Karena pengalaman kerja sering kali menjadi proses belajar yang paling nyata dalam membentuk cara seseorang memandang pekerjaan, tim, hingga bagaimana memperlakukan orang lain di lingkungan kerja. Kenapa Ada HR yang Sangat Fokus pada Fairness dan Development? Cara pandang seseorang terhadap fairness biasanya tidak muncul begitu saja. Bicara HR Sering kali menemukan hal t...