Postingan

Postingan Terbaru

3 Ciri Proses Rekrutmen Penipuan yang Perlu Diwaspadai Job Seeker Dalam proses mencari pekerjaan, tidak sedikit job seeker yang berharap mendapatkan kesempatan kerja terbaik dari perusahaan impian mereka. Namun sayangnya, di tengah tingginya kebutuhan kerja saat ini, modus penipuan recruitment juga masih sering terjadi dan memakan banyak korban. Bicara HR pernah mengalami langsung situasi seperti ini ketika masih menjadi Head HR Recruitment & People Development di sebuah perusahaan swasta. Saat itu, lebih dari 10 orang job seeker datang ke kantor untuk memenuhi undangan psikotes dan interview. Padahal, kalau mengacu pada 6 Tahap Proses Seleksi Kerja  yang Bicara HR pernah sampaikan, undangan yang dikirim mendadak dan tanpa screening awal seharusnya sudah menjadi red flag .  Dan setelah dicek lebih lanjut, ternyata tim HR kami memang tidak pernah mengirimkan undangan tersebut. Namun setelah dicek lebih lanjut lagi, ternyata tim HR kami tidak pernah mengirimkan unda...
Kenapa Hospitality Sangat Penting dalam Fungsi HR? Ini Dampaknya bagi Karyawan dan Perusahaan Dalam dunia Human Resources, hospitality sering kali dianggap hanya relevan untuk industri tertentu seperti hotel, restoran, atau customer service. Padahal, dalam praktiknya, hospitality juga memiliki peran yang sangat penting dalam fungsi HR di perusahaan. Kenapa? Karena pada dasarnya, hampir seluruh aktivitas HR berkaitan langsung dengan manusia, interaksi, dan pengalaman kerja karyawan di dalam perusahaan. Menurut Bicara HR, hospitality bukan sekadar sikap ramah, tetapi tentang bagaimana HR mampu menciptakan rasa: Aman Nyaman Dihargai Dan didukung dalam lingkungan kerja. HR dan Hospitality: Kenapa Sangat Berkaitan? Coba bayangkan situasi sederhana ini: Ketika seseorang bertamu ke rumah orang lain, mereka akan merasa lebih nyaman jika disambut dengan: Sikap ramah Komunikasi yang baik Perhatian Serta empati dalam interaksi Pengalaman tersebu...
4 Jenis Kemarahan Atasan yang Tidak Profesional dan Tidak Perlu Diterima Tim Dalam interaksi profesional antara tim dan pimpinan, ada kalanya atasan menunjukkan emosi, termasuk kemarahan, ketika sesuatu tidak berjalan sesuai harapan. Situasi ini sering menimbulkan pertanyaan: Sebagai tim dengan followership yang baik, apakah kita harus menerima kemarahan tersebut secara profesional? Dari perspektif Bicara HR sebagai professional trainer yang cukup concern pada tema leadership dan followership, jawabannya adalah: 馃憠 Ya, tetapi tidak semua kemarahan harus diterima begitu saja. Ada batas yang perlu dipahami bersama. Kapan Kemarahan Atasan Masih Bisa Diterima? Dalam konteks profesional, kemarahan masih dapat diterima ketika: Disampaikan dengan tujuan perbaikan Fokus pada pekerjaan atau kesalahan yang terjadi Disampaikan dengan cara yang tetap menghargai individu Karena pada dasarnya, emosi adalah hal yang manusiawi. Namun, ...