Postingan

Postingan Terbaru

Pengalaman Kerja Bisa Membentuk Personal Values Seorang HR Dalam Bekerja Dalam dunia HR, setiap orang biasanya memiliki cara pandang, pendekatan, dan value yang berbeda-beda. (Perbedaan karakter dasar ini juga sering banget jadi obrolan hangat, seperti yang pernah kita bahas di [ Podcast: HR Baik vs HR Galak ] ). Ada HR yang sangat fokus pada fairness. Ada yang sangat concern terhadap employee experience. Ada yang sangat humanis terhadap tim. Ada juga yang sangat agile menghadapi dinamika perusahaan. Lalu sebenarnya, dari mana cara pandang tersebut terbentuk? Salah satu jawabannya adalah: pengalaman . Karena pengalaman kerja sering kali menjadi proses belajar yang paling nyata dalam membentuk cara seseorang memandang pekerjaan, tim, hingga bagaimana memperlakukan orang lain di lingkungan kerja. Kenapa Ada HR yang Sangat Fokus pada Fairness dan Development? Cara pandang seseorang terhadap fairness biasanya tidak muncul begitu saja. Bicara HR Sering kali menemukan hal t...
7 Ciri Rekan Kerja Red Flag yang Perlu Diwaspadai di Dunia Kerja Dalam dunia kerja, memiliki rekan kerja yang profesional tentu dapat membuat lingkungan kerja terasa lebih sehat dan nyaman. Namun dalam praktiknya, tidak semua rekan kerja memiliki attitude dan cara kerja yang baik. Ada beberapa perilaku yang sebenarnya perlu diwaspadai karena dapat mempengaruhi: Kenyamanan kerja Komunikasi tim Budaya kerja Bahkan kesehatan mental di lingkungan kerja Salah satunya adalah perilaku rekan kerja yang cenderung “red flag”. Lalu seperti apa ciri-ciri rekan kerja red flag yang sering ditemukan di dunia kerja? Bicara HR sudah merangkumnya dalam 7 poin berikut: 1. Cenderung Self-Focused dan Hanya Ingin Didengarkan Salah satu ciri yang cukup sering ditemukan adalah rekan kerja yang hanya ingin didengarkan, tetapi kurang mau mendengarkan orang lain. Dalam diskusi kerja, mereka cenderung: Ingin pendapatnya selalu diikuti Sulit menerima sudut pandang orang lain Dan kurang ...
3 Hal yang Harus Dilakukan HR Saat Leader Bilang “Tim Saya Tidak Bisa Kerja” “Tim saya tidak bisa kerja, saya mau diganti saja.” Kalimat seperti ini (atau keluhan sejenis yang pernah kita bahas di [ Punya Anak Buah Toxic, Leader Harus Apa Ya? ])  mungkin pernah disampaikan seorang leader kepada HR di perusahaan. Lalu sebenarnya, bagaimana HR sebaiknya merespon kondisi seperti ini? Karena dalam praktiknya, sebelum pembahasan berkembang terlalu jauh menjadi judgement yang subjektif, HR perlu membantu mengarahkan diskusi kembali kepada data dan sistem penilaian kerja yang dimiliki perusahaan. Salah satu respon awal yang bisa diberikan HR adalah: “Boleh dijelaskan yang dimaksud tidak bisa kerja itu seperti apa Bpk/Ibu?” Pertanyaan ini terlihat sederhana, tetapi sebenarnya sangat penting. Karena sering kali penilaian seperti: “Tidak bisa kerja” “Kurang perform” “Kerjanya lambat” “Tidak cocok” Atau “Tidak berkembang” masih cenderung berdasarkan perspektif pribad...