3 Alasan Leader Perusahaan Sulit Berkolaborasi Antar Departemen

3 Alasan Leader Perusahaan Sulit Berkolaborasi Antar Departemen

Di beberapa perusahaan, jumlah leader level managerial mungkin sudah cukup banyak.

Namun dalam praktiknya, masih sering ditemukan kondisi seperti:

  • Leader hanya fokus pada target departemennya masing-masing
  • Antar divisi sering mengalami missed communication
  • Kolaborasi lintas departemen belum berjalan optimal
  • Masing-masing tim bekerja dengan prioritas departemen
  • Bahkan antar departemen justru saling berkompetisi, bukan saling mendukung

Akibatnya, perusahaan terlihat memiliki banyak leader, tetapi belum benar-benar memiliki sinergi kerja yang kuat antar fungsi kerja. (Punya jabatan leader memang belum tentu punya jiwa kepemimpinan yang merangkul tim lain, fenomena ini pernah kita bahas di [Podcast: Leader? Tapi Kok Gak Punya Leadership?])

Padahal dalam operasional bisnis, target perusahaan tidak bisa dicapai hanya oleh satu departemen saja.

Dibutuhkan kolaborasi, alignment, dan arah kerja yang sama dan bersinergi antar seluruh fungsi di perusahaan.

Lalu sebenarnya, kenapa banyak leader perusahaan masih sulit berkolaborasi antar departemen?


1. Target dan KPI Perusahaan Belum Diturunkan Secara Jelas

Salah satu penyebab paling umum adalah perusahaan belum memiliki target dan KPI yang diturunkan secara jelas hingga level divisi dan departemen.

Dalam praktiknya, masih ada perusahaan yang:

Akibatnya, setiap departemen bekerja dengan arah yang berbeda.

Leader akhirnya lebih fokus mengejar target unitnya sendiri dibanding memikirkan kontribusi terhadap target perusahaan secara keseluruhan.

Padahal idealnya, target departemen merupakan turunan dari target perusahaan.

Dalam HR Organization Development, proses ini dikenal sebagai cascading KPI.

Apa Itu Cascading KPI?

Cascading KPI adalah proses menurunkan target perusahaan menjadi target divisi, departemen, hingga individu.

Tujuannya agar seluruh fungsi kerja memiliki arah yang sama dan memahami kontribusinya terhadap pencapaian target perusahaan.

Dengan cascading KPI yang jelas, perusahaan biasanya akan lebih mudah membangun:

  • Sinergi antar departemen
  • Alignment kerja
  • Prioritas bersama
  • Serta kolaborasi lintas fungsi atau departemen

Karena seluruh tim memahami bahwa mereka sedang bergerak menuju tujuan yang sama.


2. Leader Hanya Fokus pada Target Departemennya Sendiri

Ketika target perusahaan tidak terintegrasi dengan baik, kondisi yang sering muncul adalah masing-masing leader cenderung hanya berfokus pada:

  • Target internal departemen
  • Performa timnya sendiri
  • Pencapaian unit kerjanya masing-masing

Akibatnya:

  • Kebutuhan departemen lain kurang dipahami
  • Koordinasi menjadi lebih sulit
  • Komunikasi lintas fungsi tidak berjalan efektif

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memunculkan budaya kerja yang kurang sehat.

Karena antar departemen akhirnya lebih sibuk mengejar kepentingannya sendiri dibanding mendukung target perusahaan bersama. Padahal, seorang pimpinan seharusnya memiliki pandangan yang lebih luas (seperti yang kita bahas tuntas di [Strategic Thinking For Leader]), karena dalam operasional perusahaan, banyak pekerjaan yang sebenarnya saling terhubung antar fungsi kerja.

(Bicara soal budaya dan nilai perusahaan yang sehat, kamu wajib mendengarkan [Podcast: Apakah Company Value Berdampak Pada Profit Perusahaan?] karena ego sektoral seperti ini pada akhirnya akan memengaruhi bottom line bisnis).

Itulah sebabnya kolaborasi antar departemen menjadi hal yang sangat penting.


3. Tidak Ada Alignment dan Review Berkala Antar Departemen

Selain target kerja yang jelas, perusahaan juga perlu memiliki proses alignment dan review secara berkala.

Karena dalam praktiknya, kolaborasi antar departemen tidak cukup hanya dibangun melalui pembagian KPI saja.

Perusahaan juga perlu memastikan adanya komunikasi rutin terkait:

  • Target vs actual
  • Progress pekerjaan
  • Kendala operasional
  • Kebutuhan support antar departemen

Jika proses review seperti ini tidak berjalan, maka biasanya akan muncul:

Sebaliknya, ketika review dilakukan secara berkala, leader akan lebih memahami:

  • Tantangan departemen lain
  • Area yang membutuhkan support bersama
  • Serta prioritas perusahaan secara keseluruhan

Hal inilah yang membantu membangun kolaborasi kerja yang lebih sehat.


Peran HR OD dalam Cascading KPI dan Alignment Perusahaan

Dalam praktik HR, proses penyusunan target perusahaan, cascading KPI, hingga alignment antar departemen biasanya banyak melibatkan fungsi HR Organization Development (HR OD).

Karena HR OD memiliki peran untuk membantu perusahaan dalam:

  • Menyusun struktur target kerja
  • Membangun performance management system
  • Memastikan alignment antar fungsi kerja
  • Membantu efektivitas kolaborasi organisasi

Itulah sebabnya HR OD sering terlibat dalam meeting strategis perusahaan, sebagai contoh spesifiknya bisa kamu baca di [Kenapa Hr Ikut Monthly Meeting Tim Sales? Ini 3 Peran Strategisnya], khususnya yang berkaitan dengan:

  • Target bisnis
  • KPI perusahaan
  • Organizational alignment
  • Performance review
  • Dan efektivitas kerja lintas departemen

Sulitnya kolaborasi antar departemen tidak selalu terjadi karena leader tidak mau bekerja sama.

Dalam banyak kasus, perusahaan memang belum memiliki sistem kerja dan alignment target yang mendukung kolaborasi tersebut.

Karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa:

  • Target perusahaan sudah jelas
  • KPI sudah diturunkan hingga level departemen
  • Semua leader sudah menjelaskan KPI setiap individu yang ada pada timnya
  • Alignment kerja antar fungsi berjalan baik
  • Serta review berkala dilakukan secara konsisten

Dengan fondasi tersebut, leader tidak hanya fokus pada target departemennya masing-masing, tetapi juga mampu bekerja bersama untuk mencapai target perusahaan secara keseluruhan.

Semoga bermanfaat 😊

Komentar