Pengalaman Kerja Bisa Membentuk Personal Values Seorang HR Dalam Bekerja

Pengalaman Kerja Bisa Membentuk Personal Values Seorang HR Dalam Bekerja

Dalam dunia HR, setiap orang biasanya memiliki cara pandang, pendekatan, dan value yang berbeda-beda. (Perbedaan karakter dasar ini juga sering banget jadi obrolan hangat, seperti yang pernah kita bahas di [Podcast: HR Baik vs HR Galak]).

Ada HR yang sangat fokus pada fairness. Ada yang sangat concern terhadap employee experience.

Ada yang sangat humanis terhadap tim. Ada juga yang sangat agile menghadapi dinamika perusahaan.

Lalu sebenarnya, dari mana cara pandang tersebut terbentuk?

Salah satu jawabannya adalah: pengalaman.

Karena pengalaman kerja sering kali menjadi proses belajar yang paling nyata dalam membentuk cara seseorang memandang pekerjaan, tim, hingga bagaimana memperlakukan orang lain di lingkungan kerja.


Kenapa Ada HR yang Sangat Fokus pada Fairness dan Development?

Cara pandang seseorang terhadap fairness biasanya tidak muncul begitu saja.

Bicara HR Sering kali menemukan hal tersebut terbentuk karena pernah berada di lingkungan kerja yang:

  • Terstruktur
  • Mendukung development
  • Memiliki sistem yang jelas
  • Dan memperlakukan karyawan secara fair

Ketika seseorang pernah bekerja di perusahaan yang berfokus pada people & organization development (mengenai kategori ini, kamu bisa mendengarkan detailnya di [Podcast: Tipe-Tipe Perusahaan Berdasarkan Fokus Pada People Development nya]), biasanya ada pengalaman positif yang dirasakan.

Menurut Bicara HR misalnya seperti:

  • Merasa lebih aman dan nyaman dalam bekerja
  • Merasa diperhatikan pengembangan karirnya
  • Memiliki arah pengembangan dan pelatihan yang jelas (salah satu cara efektif untuk mewujudkannya adalah dengan melakukan Inhouse Corporate Training yang terstruktur, jika perusahaan membutuhkan bantuannya untuk menjalankan project ini, dalam mengunjungi [Inhouse Corporate Training])
  • Dan merasakan bahwa perusahaan benar-benar memperhatikan karyawannya

Pengalaman seperti itu biasanya akan membentuk cara pandang HR dalam membangun sistem dan memperlakukan karyawan di perusahaan berikutnya. (Refleksi mendalam mengenai nilai-nilai nyata ini juga pernah dituangkan dalam artikel [4 Prinsip Kerja HR Yang Efektif Belajar dari Pengalaman Nyata di Dunia HR]).



Kenapa HR Bisa Menjadi Lebih Agile Menghadapi Dinamika Perusahaan?

Tidak semua perusahaan memiliki dinamika kerja yang sama.

Ada perusahaan yang relatif stabil.

Ada juga yang sangat kompleks dan penuh tantangan setiap harinya.

Salah satunya di perusahaan manufacturing atau operasional dengan kompleksitas proses kerja yang dimiliki.

Lingkungan seperti ini biasanya membuat seseorang belajar bahwa:

  • Lari dari masalah justru akan menciptakan masalah baru.

Karena itu, agility menjadi hal yang penting.

Bukan berarti semua masalah menjadi mudah diselesaikan.

Tetapi seseorang belajar untuk:

  • Lebih adaptif
  • Lebih tenang
  • Lebih cepat mencari solusi
  • Dan tidak mudah panik menghadapi perubahan

Kenapa Job Seeker Experience Menjadi Penting dalam Recruitment Process?

Banyak HR yang akhirnya sangat concern terhadap candidate experience karena pernah berada di posisi sebagai job seeker.

Dan dalam proses recruitment, pengalaman yang dirasakan kandidat bisa sangat berbeda-beda.

Sejauh yang Bicara HR temukan, ada recruitment process yang:

  • Tepat waktu
  • Komunikasinya nyaman
  • Interview berjalan profesional
  • Dan membuat kandidat pulang dengan pengalaman yang baik

Namun Bicara HR juga menemukan proses recruitment yang justru membuat kandidat:

  • Menunggu terlalu lama
  • Merasa tertekan
  • Kurang nyaman dengan cara komunikasi yang diberikan
  • Hingga pulang membawa pengalaman yang kurang menyenangkan

Pengalaman-pengalaman tersebut biasanya membentuk kesadaran bahwa recruitment process bukan hanya tentang mencari kandidat terbaik (sebuah proses krusial yang bisa dioptimalkan dengan bantuan [Jasa Headhunter] yang profesional seperti Bicara HR salah satu sebagai contohnya).

Tetapi juga tentang bagaimana perusahaan memperlakukan orang lain secara profesional dan humanis. (Sisi humanis dan pelayanan dalam menyambut kandidat ini mempertegas [Kenapa Hospitality Sangat Penting dalam Fungsi HR? Ini Dampaknya bagi Karyawan dan Perusahaan]).


Kenapa Pendekatan Humanis dalam Leadership Sangat Penting?

Cara seseorang memimpin tim juga sering terbentuk dari pengalaman yang pernah dirasakan sebelumnya.

Ketika seseorang pernah diperlakukan secara:

  • Humanis
  • Dihargai
  • Didengarkan
  • Dan diberikan rasa aman dan nyaman dalam bekerja

Biasanya hal tersebut akan membentuk cara memimpin yang lebih sehat.

Karena pada akhirnya, banyak orang menyadari bahwa output kerja yang baik tidak selalu dibangun melalui tekanan (apalagi melalui pengawasan berlebihan yang sempat kita kupas tuntas di [Podcast: Cara Menghadapi Leader Micromanage]).

Menurut Bicara HR justru lebih efektif ketika tim:


Pengalaman Bisa Menjadi Sumber Improvement yang Berdampak Positif

Pengalaman kerja bukan hanya menjadi proses self development bagi diri sendiri.

Tetapi juga dapat menjadi sumber improvement yang berdampak positif bagi orang lain.

Baik untuk:

  • Job Seeker
  • Employee
  • Team
  • Maupun lingkungan kerja secara keseluruhan

Karena dengan roles & responsibilities yang dimiliki, seseorang sebenarnya bisa memberikan dampak yang sangat besar.

Baik dampak positif maupun sebaliknya.

Itulah sebabnya setiap pengalaman, baik yang menyenangkan maupun tidak, sebenarnya bisa menjadi bahan belajar untuk membangun lingkungan kerja yang lebih baik. (Jika perusahaan Anda membutuhkan partner objektif untuk mengevaluasi dan merancang improvement sistem kerja ini, [Jasa Konsultasi HR Untuk Perusahaan] oleh Bicara HR bisa menjadi langkah awal yang tepat).

Karena pada akhirnya, menjadi pribadi yang bisa memberikan dampak positif bagi orang lain adalah hal yang sangat membahagiakan.

Semoga bermanfaat 😊

Komentar