5 Hal yang Harus Dilakukan oleh HR Ketika Kandidat Gugup Saat Interview Kerja

5 Hal yang Harus Dilakukan oleh HR Ketika Kandidat Gugup Saat Interview Kerja

Tidak sedikit kandidat yang memulai proses interview dengan rasa tegang, gugup, kurang percaya diri, bahkan takut memberikan jawaban yang dianggap salah.

Sebagai HR Recruitment, bagaimana sebaiknya menyikapi kondisi seperti ini?

Apakah langsung muncul pemikiran seperti:

  • "Kayaknya kurang kompeten."
  • "Sepertinya kurang persiapan."
  • "Kalau menjawab saja sudah gugup, bagaimana nanti saat bekerja?"

Jika sebagai HR Recruitment masih muncul early judgement seperti itu, dalam sudut pandang saya hal tersebut perlu menjadi area of improvement yang cukup serius (Mengasah kemampuan untuk tetap objektif sejak awal adalah salah satu pilar penting dalam [3 Tips Menjadi Hr Rekrutmen Yang Baik dan Kompeten]).

Kenapa HR Tidak Boleh Melakukan Early Judgement?

Selama berkarier sebagai HR, khususnya dalam proses recruitment dan interview kandidat, salah satu tantangan terbesar bukan hanya menggali informasi dari kandidat.

Tetapi juga bagaimana menciptakan suasana yang membuat kandidat merasa nyaman, aman, hingga cukup percaya diri untuk berkomunikasi secara efektif (Pendekatan asertif yang tidak intimidatif ini sering jadi perdebatan menarik yang kita bahas di [Podcast: HR Baik vs HR Galak]). 

Karena pada dasarnya, tidak semua kandidat memiliki kemampuan komunikasi yang sama.

Ada kandidat yang mampu langsung percaya diri sejak awal interview, namun ada juga yang membutuhkan waktu beberapa waktu untuk merasa lebih tenang sebelum akhirnya mampu menunjukkan kompetensi yang sebenarnya.

Itulah sebabnya, melakukan penilaian terlalu cepat dapat membuat HR kehilangan kesempatan untuk melihat potensi terbaik yang dimiliki kandidat.

1. Hindari Melakukan Early Judgement

Kesan pertama memang penting.

Namun bukan berarti seluruh kemampuan kandidat dapat disimpulkan hanya dari beberapa menit pertama dalam interview (Karena kenyataannya di lapangan, fenomena [Podcast: "Saya bisa kerja, hanya tidak bisa interview kerja"] itu sangat sering kita temukan).

Memberikan label seperti "kurang kompeten", "kurang siap", atau "tidak percaya diri" di awal proses justru berisiko menghasilkan penilaian yang kurang objektif.

2. Berikan First Impression yang Ramah dan Penuh Empati

Sikap ramah di awal interview sering kali membantu kandidat merasa lebih nyaman.

Empati juga menjadi hal yang penting, karena setiap kandidat memiliki karakter, pengalaman, dan kemampuan komunikasi yang berbeda.

Ketika HR mampu membangun suasana yang lebih hangat, kandidat biasanya akan lebih mudah membuka diri selama proses interview berlangsung (Penerapan konsep pelayanan dan keramahan ini mempertegas [Kenapa Hospitality Sangat Penting dalam Fungsi HR? Ini Dampaknya bagi Karyawan dan Perusahaan]).

3. Sesuaikan Cara Berkomunikasi dengan Kebutuhan Kandidat

Tidak semua interview harus berlangsung dengan suasana yang terlalu formal.

Dalam kondisi tertentu, komunikasi yang lebih santai justru dapat membantu kandidat menjadi lebih tenang tanpa mengurangi profesionalisme proses interview.

Tujuannya bukan mempermudah penilaian, tetapi memberikan ruang agar kandidat dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya (Untuk mendampingi proses interview dan mendapatkan data potensi serta kompetensi kandidat yang lebih akurat dan objektif, Bicara HR memiliki service yaitu [Jasa Assessment Untuk Calon Karyawan]) yang bisa menjadi pilihan oleh perusahaan.

4. Jadilah Good Listener

Selain bertanya, HR juga perlu menjadi pendengar yang baik.

Berikan perhatian penuh ketika kandidat sedang menjelaskan pengalaman maupun jawabannya.

Ketika kandidat merasa didengarkan, komunikasi biasanya akan menjadi lebih aktif, lebih terbuka, dan menghasilkan informasi yang jauh lebih komprehensif dan efektif (Keterampilan komunikasi, active listening, dan probing bagi tim HR ini juga merupakan salah satu modul peningkatan kompetensi yang dibutuhkan. Bicara HR memiliki jasa [Inhouse Corporate Training] in case perusahaan membutuhkannya).

5. Berikan Kesempatan Kandidat Menunjukkan Versi Terbaiknya

Pada akhirnya, tujuan interview bukan sekadar mencari alasan untuk menolak kandidat.

Tetapi memberikan kesempatan yang adil agar setiap kandidat dapat menunjukkan kompetensi, pengalaman, dan potensi terbaik yang dimilikinya (untuk panduan bagi kandidat tentang apa yang dilihat HR, bisa mendengarkan [Podcast: 3 Hal Untuk Mendapatkan Penilaian Positif Dari HR Saat Interview Kerja]).

Jika setelah proses tersebut kandidat memang belum memenuhi standar atau kebutuhan perusahaan, setidaknya HR Recruitment telah memberikan ruang yang profesional dan fair bagi kandidat untuk menunjukkan versi terbaiknya.

Interview yang Baik Bukan Hanya Tentang Menilai Kandidat

Dalam proses recruitment, kemampuan HR bukan hanya terlihat dari bagaimana mengajukan pertanyaan.

Tetapi juga dari bagaimana membangun komunikasi yang efektif sehingga kandidat merasa cukup nyaman untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Karena pada akhirnya, proses interview yang baik bukan hanya membantu perusahaan mendapatkan kandidat yang tepat (di mana keputusan ini melibatkan banyak variabel objektif seperti dibahas dalam [Siapa Yang Menentukan Lolos Atau Tidak nya Proses Interview Kerja?]), tetapi juga memberikan pengalaman yang profesional dan positif bagi setiap kandidat yang mengikuti proses recruitment.

Semoga bermanfaat. 😊

Komentar