4 Hal yang Membuat Karyawan Merasa Happy Saat Bekerja (Bukan Hanya Soal Gaji)

Jika berbicara tentang apa yang membuat seorang karyawan merasa happy saat bekerja, Bicara HR rasa jawabannya akan sangat beragam.

Setiap orang memiliki definisi "happy" yang berbeda. Ada yang merasa bahagia karena mendapatkan gaji yang tinggi, ada yang lebih mengutamakan work-life balance, ada juga yang merasa puas ketika memiliki lingkungan kerja yang suportif atau kesempatan untuk terus berkembang.

Melalui tulisan ini, Bicara HR ingin berbagi sudut pandang berdasarkan pengalaman pribadi kami, baik ketika bekerja sebagai karyawan maupun ketika menjalankan peran sebagai HR yang bertanggung jawab dalam People & Organization Development. Tentu saja, ini merupakan sudut pandang saya. Setiap orang sangat boleh memiliki pandangan yang berbeda.


Kapan Kami Merasa Happy Sebagai Karyawan?

Berdasarkan pengalaman Bicara HR, ada empat hal yang paling berpengaruh terhadap rasa senang dan nyaman ketika bekerja di sebuah perusahaan.

1. Memiliki Work Life Balance yang Sehat

Bagi Bicara HR, work-life balance bukan berarti bekerja lebih sedikit. Namun, bagaimana pekerjaan dapat berjalan secara profesional tanpa menghilangkan kesempatan untuk menjalani kehidupan pribadi, menjaga kesehatan, berkumpul bersama keluarga, maupun menikmati aktivitas di luar pekerjaan. (Ngomong-ngomong soal fleksibilitas kerja yang sering kali sangat mendukung keseimbangan ini, kamu bisa mendengarkan obrolannya di [Podcast: Yang mau WFA, Wajib dengerin ini!]). Ketika keseimbangan tersebut dapat dirasakan, bekerja menjadi lebih terasa menyenangkan.


2. Mendapatkan Salary dan Benefit yang Sesuai

Faktor berikutnya adalah salary dan benefit.

Bukan sekadar tentang nominal yang besar, tetapi tentang rasa adil terhadap tanggung jawab, beban pekerjaan, serta kontribusi yang diberikan. (Jika anda pemilik perusahaan atau pimpinan HR, agar perusahaan dapat mendefinisikan dan memetakan tanggung jawab ini secara proporsional, service [Jasa Pembuatan Job Description] dari Bicara HR siap membantu).

Yang tidak kalah pentingnya adalah kepatuhan dan kesesuaian dengan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku. Ketika seseorang merasa telah dihargai secara profesional dan sesuai, maka motivasi untuk bekerja biasanya akan cenderung meningkat.


3. Mendapatkan Kesempatan Belajar dan Berkembang

Salah satu hal yang berdampak pada rasa happy karyawan adalah ketika perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk terus berkembang. Baik melalui pelatihan, coaching, mentoring, maupun aktivitas pengembangan karyawan lainnya.

Menurut Bicara HR, perusahaan yang berinvestasi pada pengembangan karyawannya tidak hanya sedang meningkatkan kompetensi, tetapi juga sedang membangun masa depan organisasinya. (Mengenai seberapa krusial dampaknya secara jangka panjang, Bicara HR pernah membahasnya lebih spesifik dalam [Seberapa Penting People Development Untuk Perusahaan?]).

Selain itu, kesempatan untuk berkembang juga membuat karyawan memiliki gambaran career path yang lebih jelas, hingga sedikit banyak berdampak pada loyalitas dan komitmen terhadap perusahaan.


4. Memiliki Lingkungan Kerja yang Saling Support

Menurut saya, ini adalah salah satu faktor yang sering kali paling menentukan. Perusahaan dapat memiliki sistem yang baik, benefit yang menarik, bahkan program pengembangan yang lengkap. Namun apabila hubungan antara manajemen, pimpinan, maupun rekan kerja tidak berjalan dengan baik, pengalaman bekerja tetap akan terasa kurang menyenangkan.

Sebaliknya, ketika setiap orang mampu saling menghargai, saling membantu, memiliki dan mampu menerapkan company values yang sehat (Jika anda pemilik perusahaan atau pimpinan HR, untuk mendampingi perusahaan dalam proses internalisasi nilai-nilai budaya kerja ini, service [Training Implementasi Company Values] dari Bicara HR dapat menjadi pilihan yang tepat), suasana kerja akan terasa jauh lebih positif.


Apakah Ada Perusahaan yang Memiliki Keempat Hal Tersebut?

Kalau pertanyaannya, apakah ada perusahaan yang mampu memberikan keempat hal tersebut secara bersamaan?

Jawaban dari Bicara HR, ada.

Kami pernah bekerja di perusahaan dengan kondisi seperti itu. Walaupun jika melihat secara umum, Bicara HR merasa perusahaan yang mampu menghadirkan keempat aspek tersebut secara konsisten mungkin masih belum mendominasi.

Menurut Bicara HR, apabila sebuah perusahaan sudah cukup matang dan memiliki perhatian besar terhadap People & Organization Development (seperti beberapa kategori yang pernah kami kelompokkan dalam tulisan [3 Tipe Perusahaan Dimata Hr Development]), maka poin pertama, kedua, dan ketiga relatif lebih mudah diwujudkan karena semuanya dapat dibangun melalui kebijakan dan sistem perusahaan yang men-support hal tersebut.

Sementara itu, poin keempat biasanya menjadi tantangan terbesar. Karena membangun budaya kerja yang sehat tidak hanya bergantung pada kebijakan perusahaan, tetapi juga pada karakter, komunikasi, dan perilaku setiap individu di dalam organisasi.


Happy Bekerja Bukan Hanya Tentang Gaji

Sering kali orang menganggap bahwa karyawan akan merasa happy apabila memiliki gaji yang besar. (Kebiasaan menjadikan nominal sebagai satu-satunya tolak ukur ini juga sering memicu rasa tidak puas yang berujung pada demotivasi, seperti yang kita bahas dalam [Podcast: Bandingin Gaji Sama Perusahaan Lain? Bener Gak Tuh?]). Menurut Bicara HR, kenyataannya tidak sesederhana itu.

Gaji memang penting. Namun rasa bahagia ketika bekerja juga dipengaruhi oleh bagaimana perusahaan memperlakukan karyawannya secara adil, bagaimana keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dapat dimiliki, bagaimana kesempatan untuk berkembang diberikan, serta bagaimana lingkungan kerja mampu membuat setiap orang merasa nyaman dan dihargai.

Pada akhirnya, employee happiness bukan hanya tentang kompensasi. Tetapi juga tentang pengalaman bekerja secara keseluruhan.

Karena itulah, menurut Bicara HR perusahaan yang benar-benar memperhatikan employee experience biasanya memiliki peluang yang lebih besar untuk membangun karyawan yang cenderung loyal, produktif, dan memiliki engagement yang tinggi.

Lalu, bagaimana dengan kamu? Apakah saat ini kamu sudah merasa happy dengan tempat kerjamu? 😊

Komentar