AI Sebagai Partner Kerja, Bukan Pengganti Manusia: Cara Menggunakan AI Secara Profesional

AI Sebagai Partner Kerja, Bukan Pengganti Manusia

Beberapa waktu terakhir, saya cukup sering melihat diskusi mengenai Artificial Intelligence (AI), khususnya tentang penggunaannya dalam membuat konten maupun membantu aktivitas pekerjaan. Ada yang mendukung, ada juga yang masih memiliki berbagai kekhawatiran.

Melalui artikel ini, saya ingin berbagi bagaimana pengalaman serta hubungan profesional saya dengan AI, baik dalam pembuatan konten maupun dalam pekerjaan sebagai HR (jika perusahaan Anda membutuhkan pendampingan profesional di bidang manajemen SDM, Bicara HR juga menyediakan layanan [Jasa Konsultasi HR Untuk Perusahaan]) dan Professional Trainer.

Apakah Saya Menggunakan AI dalam Pekerjaan?

Jawabannya, ya.

Namun implementasinya tentu berbeda-beda, tergantung kebutuhan.

Untuk konten yang saya bagikan di LinkedIn (sebagai salah satu wadah krusial untuk membangun citra profesional seperti yang kita obrolin di [Podcast: Personal Branding Bagi Jobseeker]), honestly saya cukup jarang menggunakan AI untuk membantu proses penulisannya. Hal ini karena sebagian besar konten yang saya bagikan berasal dari best practice, pengalaman kerja, maupun hal-hal yang benar-benar saya temui dalam aktivitas profesional sehari-hari.

AI lebih sering saya gunakan untuk membantu membuat ilustrasi ketika dibutuhkan.

Sebaliknya, dalam aktivitas lain sebagai HR maupun Professional Trainer (buat kamu yang penasaran dengan proses persiapan profesi ini, bisa membaca [9 Langkah Untuk Dapat Memberikan Training Sebagai Seorang Trainer]), saya justru cukup sering menggunakan AI. Namun bukan sebagai penulis utama, Melainkan sebagai partner diskusi.

Apa Maksudnya AI Sebagai Partner Diskusi?

Ketika saya ingin mempelajari suatu hal yang baru, melakukan recall terhadap materi tertentu, atau membutuhkan sudut pandang lain mengenai suatu topik, saya sering berdiskusi dengan AI. Inisiatif proaktif untuk terus belajar seperti ini merupakan tanggung jawab personal yang pernah kita bahas tuntas di [Podcast: Pengembangan Karyawan, Tanggung Jawab Siapa Ya Di Perusahaan?]).

Saya memperlakukannya seperti proses interview atau diskusi dua arah. Saya akan bertanya, saya akan menggali jawaban.

Saya akan melakukan probing ketika jawaban yang diberikan terasa kurang lengkap, kurang konsisten, atau bahkan kurang tepat.

Tidak jarang saya juga mengkonfirmasi kembali informasi yang diberikan hingga akhirnya AI mengakui bahwa terdapat bagian yang kurang akurat atau perlu diperbaiki dari informasi yang diberikan.

Karena bagi saya, proses berpikir dan mengevaluasi tetap merupakan tanggung jawab manusia, tidak dapat diberikan sepenuhnya kepada AI.

Apakah Saya Pernah Langsung Copy Paste Hasil AI?

Honestly, jawabannya tidak.

Dalam sudut pandang saya, AI bukanlah penulis maupun pemeran utama dalam sebuah pekerjaan.

Pemeran utamanya tetap manusia.

Saya melihat AI sebagai sumber referensi awal yang dapat membantu mempercepat proses berpikir, bukan sebagai pihak yang mengambil alih seluruh proses kerja.

Selain itu, saya juga percaya bahwa proses belajar akan jauh lebih efektif dan optimal ketika kita benar-benar memahami apa yang kita tulis atau kerjakan.

Jika hanya menyajikan hasil tanpa memahami isi, benar atau salahnya informasi tersebut menjadi sulit untuk dievaluasi.

Padahal justru di sanalah proses self development terjadi.(Mengenai hakikat dan esensi dari pengembangan diri ini, pernah saya bahas lebih jauh di artikel [Apa Sih Bedanya Training Dan Development]).

Karena itu, saya lebih memilih menggunakan informasi dari AI sebagai basic source yang kemudian saya kembangkan kembali dengan pengalaman, kompetensi, serta sudut pandang yang saya miliki. (Untuk membantu Anda mengasah kompetensi dan analytical thinking secara intensif sebagai seorang profesional, kami menyediakan service [Private Training Perorangan] yang mungkin dapat menjadi pilihan yang tepat).


Apakah Copy Paste dari AI Itu Salah?

Dalam sudut pandang saya, tidak.

Karena pada akhirnya, setiap orang memiliki preferensi dan cara kerja yang berbeda.

Namun menurut saya, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian apabila seseorang hanya mengandalkan hasil AI tanpa melakukan evaluasi lebih lanjut.

Misalnya seperti:

  • Terdapat informasi yang kurang tepat, tetapi tidak terdeteksi karena tidak melalui proses evaluasi manusia di dalamnya. (Dalam konteks operasional perusahaan, standar evaluasi dan pengecekan ini sangatlah vital, dan bisa dirapikan melalui service kami yaitu [Jasa Pembuatan SOP dan WI])
  • Proses self development menjadi kurang efektif dan optimal karena minimnya proses berpikir dan analisa yang dilakukan.
  • Hasil pekerjaan atau konten perlahan kehilangan ciri khas pribadi, karena gaya penulisan dan bahasa yang ditampilkan cenderung seragam dengan pengguna AI lainnya. (Isu mengenai orisinalitas dan profesionalisme di media sosial profesional ini sangat relevan dengan artikel [Menjaga Integritas Di Linkedin Ketika Profesionalisme Mulai Dipertanyakan]).

Bagi saya, ketiga hal tersebut menjadi alasan mengapa hasil dari AI tetap perlu ditinjau kembali sebelum benar-benar digunakan.

AI Adalah Co-Pilot, Bukan Pilot

Jika harus menggambarkan hubungan profesional saya dengan AI, saya lebih suka menggunakan analogi pilot dan co-pilot.

AI membantu memberikan informasi, ide, maupun alternatif sudut pandang.

Namun keputusan, evaluasi, analisis, hingga tanggung jawab atas hasil akhirnya tetap berada di tangan manusia.

Pada akhirnya, AI adalah support system yang sangat membantu.

Tetapi kualitas hasil akhirnya tetap ditentukan oleh siapa pemeran utamanya.

Karena itu, saya melihat AI bukan sebagai pengganti manusia, melainkan sebagai partner kerja yang dapat membantu kita bekerja lebih efektif tanpa menghilangkan proses berpikir, belajar, dan berkembang sebagai seorang profesional. (Sebab, berhenti berpikir kritis dan terlalu bergantung pada instanitas adalah salah satu jebakan yang wajib dijauhi, seperti yang dibahas pada [Podcast: Hal-hal yang perlu dihindari dalam Career Journey Kamu!]).

Semoga bermanfaat. 😊

Komentar