Perusahaan Punya Banyak Karyawan Hebat, Tapi Sulit Bekerja Sama?
Tidak sedikit Business Owner yang menyampaikan tantangan serupa ketika melakukan initial meeting dengan kami sebelum menentukan project bersama Bicara HR.
Menariknya, permasalahan yang disampaikan sering kali bukan karena perusahaan kekurangan karyawan yang kompeten, Justru sebaliknya.
Perusahaan memiliki banyak orang hebat, tetapi masih mengalami kesulitan untuk membangun kerja sama yang efektif sebagai sebuah tim. (Tantangan mengenai macetnya sinergi dan kolaborasi ini juga kerap terjadi di tingkat manajemen, seperti yang pernah saya bahas pada [3 Alasan Leader Perusahaan Sulit Berkolaborasi Antar Departemen]).
Beberapa kondisi perusahaan yang masih mengalami kesulitan untuk membangun kerja sama tim yang cukup sering Bicara HR temui di antaranya:
- Perusahaan memiliki banyak karyawan dengan kompetensi yang baik dan mampu bekerja secara individu, tetapi masih sulit bersinergi dalam tim.
- Perusahaan memiliki karyawan lintas generasi yang masing-masing membawa sudut pandang berbeda, sehingga menyelaraskan cara berpikir menjadi tantangan tersendiri.
- Perusahaan memiliki karyawan dengan latar belakang industri, model bisnis, dan pengalaman kerja yang beragam, sehingga dalam diskusi sering kali muncul perbedaan perspektif berdasarkan pengalaman di perusahaan sebelumnya.
- Perusahaan memiliki banyak talent yang kompeten, tetapi cenderung lebih fokus pada pekerjaan dan cara kerjanya masing-masing (self-oriented), sehingga memicu miskomunikasi dalam tim.
- Perusahaan memiliki karyawan yang kompeten, namun belum berhasil membangun winning team yang mampu bergerak ke arah yang sama.
Dalam banyak kasus, tantangan tersebut bukan terjadi karena karyawan tidak kompeten, melainkan karena belum adanya nilai yang benar-benar dipahami dan dijalankan bersama oleh seluruh anggota tim.
Pertanyaan Pertama yang Selalu Kami Ajukan
Ketika menemukan kondisi seperti di atas, biasanya ada beberapa pertanyaan yang Bicara HR ajukan kepada perusahaan. (Pertanyaan ini kami ajukan untuk menggali fondasi budaya kerja yang dampaknya sebenarnya sangat krusial bagi bisnis, seperti yang pernah kita obrolin di [Podcast: Apakah Company Value Berdampak Pada Profit Perusahaan?]).
Apakah perusahaan sudah memiliki Company Values?
Jika sudah, apakah seluruh karyawan sudah mengetahuinya?
Jika sudah mengetahui, apakah mereka benar-benar memahaminya?
Dan jika sudah memahami, apakah Company Values tersebut sudah benar-benar diimplementasikan dalam aktivitas kerja sehari-hari?
Menariknya, sebagian besar jawabannya masih berada di salah satu dari dua kondisi berikut.
- Perusahaan belum memiliki Company Values.
- Atau perusahaan sudah memiliki Company Values, tetapi karyawan baru sebatas mengetahui, belum benar-benar memahami, apalagi mengimplementasikannya dalam pekerjaan.
Kenapa Company Values Menjadi Penting dalam Membangun Budaya Kerja?
Menurut Bicara HR, Company Values bukan sekadar kumpulan kata-kata yang dipasang di dinding kantor atau ditampilkan dalam company profile.
Company Values adalah pedoman dasar yang membantu seluruh karyawan memiliki cara berpikir, cara berkomunikasi, dan cara bekerja yang selaras dengan nilai-nilai yang perusahaan harapkan, sehingga menjadi fondasi dalam membangun budaya kerja perusahaan.
Ketika setiap orang memiliki kompetensi yang baik tetapi membawa personal values dan standar kerja masing-masing, kolaborasi sering kali menjadi lebih sulit untuk dilakukan.
Sebaliknya, ketika seluruh tim memiliki nilai yang sama sebagai dasar dalam bekerja, proses komunikasi (untuk panduan praktis mengenai hal ini, Anda bisa membaca [3 Hal Sederhana Untuk Dapat Melakukan Komunikasi Secara Efektif]), pengambilan keputusan, hingga kolaborasi biasanya akan menjadi lebih mudah.
Rekomendasi yang Biasanya Bicara HR Berikan
Melihat kondisi tersebut, terdapat dua rekomendasi utama yang biasanya kami berikan melalui Bicara HR.
1. Pembuatan Company Values
Company Values disusun bersama agar benar-benar selaras dengan identitas perusahaan, termasuk visi, misi, dan arah bisnis yang ingin dicapai.
Tujuannya bukan hanya memiliki Company Values, tetapi memiliki Company Values yang benar-benar relevan dengan kebutuhan perusahaan. (Untuk mendampingi perusahaan Anda dalam merumuskan fondasi budaya yang tepat sasaran ini, tim Bicara HR siap membantu melalui service [Jasa Pembuatan Company Values]).
2. Pelatihan Company Values Implementation
Memiliki Company Values saja belum tentu cukup.
Karena itu, langkah berikutnya adalah membantu karyawan memahami makna dari setiap Company Values serta bagaimana cara mengimplementasikannya dalam aktivitas kerja sehari-hari. (Proses sosialisasi dan internalisasi budaya kerja ini dapat difasilitasi secara terstruktur melalui [Training Implementasi Company Values] dari Bicara HR jika dibutuhkan).
Harapannya, karyawan tidak hanya mengetahui Company Values, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai bagian dari budaya kerja yang benar-benar dijalankan.
Karyawan Hebat Belum Tentu Menjadi Winning Team
Memiliki banyak karyawan yang kompeten tentu menjadi aset yang sangat berharga bagi perusahaan. (Namun bagaimana perusahaan mengelola dan menyatukan aset ini sangat bergantung pada karakternya, seperti yang dibahas dalam [Podcast: Tipe-Tipe Perusahaan Berdasarkan Fokus Pada People Development nya]).
Namun kompeten saja belum tentu cukup untuk membangun tim yang mampu bergerak ke arah yang sama.
Menurut saya, salah satu fondasi penting untuk membangun winning team adalah adanya Company Values yang dipahami, dipercayai, dan diimplementasikan secara konsisten sebagai bagian dari budaya kerja perusahaan.
Karena pada akhirnya, tim yang hebat bukan hanya terdiri dari individu-individu yang hebat.
Tetapi juga individu-individu yang mau dan mampu bergerak dengan nilai, tujuan, dan arah yang sama.
Semoga bermanfaat. š

Komentar
Posting Komentar