Menjadi Ibu, Istri, dan Pekerja Profesional: Tidak Mudah, Tetapi Sangat Berharga

Menjadi Ibu, Istri, dan Pekerja Profesional: Tidak Mudah, Tetapi Sangat Berharga

Siapa di sini yang saat ini menjalani peran sebagai working mom?

Saya sangat ingin mendengar cerita dari rekan-rekan semua.

Karena kami percaya, setiap working mom memiliki perjalanan yang berbeda. Ada tantangan, ada kebahagiaan, ada rasa lelah, tetapi juga ada begitu banyak momen yang membuat semuanya terasa berarti. (Untuk membantu Anda memetakan arah dan strategi di tengah perjalanan yang tidak mudah ini, kami menyediakan ruang diskusi melalui service [Jasa Konsultasi Karir Untuk Karyawan/JobSeeker]).

Tidak ada cerita yang benar-benar sama. Dan justru itulah yang membuat setiap perjalanan menjadi begitu istimewa.


Rutinitas yang Mungkin Sangat Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Bagi sebagian working mom, hari bahkan dimulai sebelum matahari terbit. Bangun lebih pagi, menyiapkan sarapan, menyiapkan bekal anak, menyiapkan kebutuhan suami dan juga menyiapkan perlengkapan sekolah anak. Lalu, setelah semuanya siap, baru bersiap untuk menjalani aktivitas sebagai seorang profesional di tempat kerja. 

Sesampainya di kantor, peran kembali berubah. Ada target yang harus diselesaikan, ada meeting yang harus dihadiri, ada keputusan yang harus diambil dan juga ada tanggung jawab profesional yang tetap harus dijalankan dengan sebaik mungkin. (Bagi sebagian working mom, dinamika bekerja di kantor ini mungkin sedikit terbantu jika perusahaan menerapkan fleksibilitas seperti yang pernah kita bahas di [Podcast: Yang mau WFA, Wajib dengerin ini!]).

Kemudian ketika jam kerja selesai, perjalanan belum benar-benar berakhir karena masih ada keluarga yang menunggu di rumah. Bagi banyak working mom, inilah dinamika yang dijalani hampir setiap hari.


Menjalankan Banyak Peran dalam Waktu yang Bersamaan

Menurut Bicara HR, menjadi seorang working mom bukan berarti harus menjadi sosok yang sempurna. Justru yang kami lihat adalah bagaimana seorang perempuan berusaha menjalankan berbagai peran dengan penuh tanggung jawab, meskipun setiap harinya menghadapi tantangan yang berbeda. (Kunci utama dalam menyeimbangkan dinamika peran ini sering kali sangat bergantung pada [Effective Communication Dalam Kehidupan Sehari-Hari], baik saat berada di kantor maupun di rumah).

Ada hari ketika semuanya terasa berjalan lancar, ada juga hari ketika pekerjaan di kantor sedang padat, sementara anak sedang membutuhkan perhatian lebih dan itu sangat manusiawi.

Karena pada akhirnya, setiap orang memiliki kapasitas, kondisi, dan tantangannya masing-masing.


Tidak Ada Peran yang Lebih Mudah

Bicara HR juga percaya bahwa menjadi ibu rumah tangga maupun menjadi ibu yang bekerja bukanlah sesuatu yang perlu dibandingkan, keduanya memiliki tantangan dan dinamika yang berbeda-beda.

Menjadi ibu rumah tangga membutuhkan tenaga, perhatian, kesabaran, dan dedikasi yang luar biasa, sementara menjadi ibu yang bekerja juga memiliki dinamika tersendiri karena harus membagi perhatian antara keluarga dan tanggung jawab profesional. (Menavigasi dua dunia yang sama-sama menuntut fokus tinggi ini sering kali menjadi jawaban nyata dari pertanyaan dalam [Podcast: Susah Gak Sih Bikin Perencanaan Karir?]). Menurut Bicara HR, keduanya sangat layak untuk mendapatkan apresiasi terbaik.


Dukungan Pasangan Sangat Berarti

Kalau artikel ini juga dibaca oleh para suami, ada satu hal yang ingin Bicara HR sampaikan, dukungan dari pasangan sering kali menjadi salah satu sumber energi terbesar bagi seorang working mom. Dukungan tersebut tidak selalu harus berupa hal-hal besar, membantu menyiapkan kebutuhan anak, berbagi pekerjaan rumah, mendengarkan cerita setelah pasangan pulang bekerja. (Sebab terkadang kita merasa sudah menjadi pendengar yang baik padahal belum. Evaluasi ringkas mengenai hal ini bisa Anda baca di [Apakah Anda Sudah Benar-Benar Mendengarkan? Ini 5 Tanda Anda Belum Melakukannya]). Dan salah satu yang terpenting dilakukan juga adalah memberikan apresiasi atas usaha yang sudah dilakukan.

Hal-hal sederhana seperti itu sering kali memiliki makna yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan, karena ketika suami dan istri saling mendukung, tantangan yang dihadapi akan terasa lebih ringan untuk dijalani bersama.


Pada Akhirnya, Ini Bukan Tentang Siapa yang Lebih Hebat

Menurut Bicara HR, menjadi working mom bukan tentang membuktikan bahwa perempuan mampu melakukan semuanya sendiri. Begitu juga menjadi seorang suami bukan tentang menyerahkan seluruh tanggung jawab rumah kepada pasangan.

Pada akhirnya, keluarga adalah sebuah tim, ketika setiap anggota keluarga saling mendukung, saling memahami, dan saling menghargai peran masing-masing, perjalanan yang penuh tantangan pun akan terasa lebih ringan.

Untuk seluruh working mom yang sedang membaca artikel ini, terima kasih atas setiap usaha yang mungkin tidak selalu terlihat oleh orang lain.

Dan untuk para suami, terima kasih juga bagi yang terus hadir, mendukung, dan berjalan berdampingan dalam setiap langkah pasangan.

Karena pada akhirnya, bukan tentang siapa yang bekerja lebih keras, melainkan bagaimana sebuah keluarga bisa tumbuh bersama, saling menguatkan, dan melewati setiap fase kehidupan sebagai satu tim. (Sebagai profesional, Bicara HR memiliki jasa terbuka untuk mendengarkan dan membantu kendala Anda di lingkungan kerja melalui service [Jasa Konsultasi HR Untuk Karyawan/JobSeeker]).

Dan kalau boleh bertanya...

Bagaimana perjalananmu sebagai working mom, atau sebagai pasangan dari seorang working mom? Bicara HR akan sangat senang membaca ceritamu di kolom komentar. šŸ’™

Komentar