3 Cara Menjadi Leader yang Dihormati Tanpa Harus Ditakuti oleh Tim

3 Cara Menjadi Leader yang Dihormati Tanpa Harus Ditakuti oleh Tim

Masih cukup sering kita menemukan pandangan bahwa seorang leader harus terlihat galak, menjaga jarak dengan tim, atau selalu menjadi orang yang paling pintar agar dihormati. (Padahal, sikap galak dan temperamental yang berlebihan justru bisa menjadi toxic, seperti yang dibahas pada [4 Jenis Kemarahan Atasan Yang Tidak Profesional dan Tidak Perlu Diterima Tim]).

Dalam praktiknya, tentu setiap leader memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda.

Dan saya tidak mengatakan bahwa pendekatan tersebut salah, karena pada akhirnya setiap orang memiliki pengalaman, karakter, serta situasi organisasi yang berbeda-beda. (Meskipun gaya kepemimpinan yang terlalu kaku dan terlalu mengontrol sering kali justru memicu rasa tidak nyaman pada tim, seperti yang dibahas pada [Podcast: Cara Menghadapi Leader Micromanage]). Namun menurut saya, terdapat pendekatan lain yang justru dapat membangun hubungan kerja yang lebih efektif antara leader dan tim.


1. Dengarkan Tim agar Mereka Mau Aktif Berkomunikasi

Masih ada anggapan bahwa leader harus lebih banyak berbicara dibanding mendengarkan.

Padahal, salah satu cara membangun komunikasi yang sehat justru dimulai dari kemampuan seorang leader untuk mendengarkan tim.

Ketika anggota tim merasa didengarkan, mereka biasanya akan lebih nyaman dan terbuka dalam menyampaikan ide, kendala, maupun masukan yang dimiliki. (Kondisi yang saling terbuka ini merupakan salah satu fondasi utama yang pernah Bicara HR tulis dalam [6 Cara Membentuk Engagement Tim Kerja terhadap Pimpinan]). Komunikasi pun menjadi lebih aktif dan efektif, serta hubungan kerja dapat terbangun dengan lebih baik. (Untuk membekali jajaran leader di perusahaan Anda dengan keterampilan komunikasi dan active listening yang mumpuni, service [Inhouse Corporate Training] dari Bicara HR bisa menjadi solusi yang tepat).


2. Tidak Harus Menjadi yang Paling Pintar, Tetapi Jadilah Orang yang Paling Dapat Diandalkan

Leader tidak selalu harus memiliki jawaban atas semua pertanyaan.

Namun leader perlu menjadi seseorang yang dapat diandalkan ketika tim membutuhkan arahan, dukungan, maupun keputusan. (Memberikan arahan yang tepat untuk memberdayakan tim tanpa harus selalu mendikte ini sangat sejalan dengan [Prinsip Dasar Dalam Coaching Untuk Leader]).

Menurut saya, ketika seorang leader mampu menjadi pribadi yang dapat diandalkan, rasa percaya dan rasa hormat dari tim biasanya akan tumbuh dengan sendirinya.

Bukan karena jabatan.

Tetapi karena kepercayaan yang dibangun melalui tindakan sehari-hari.


3. Tidak Perlu Menjaga Jarak, Tetapi Bangun Profesionalisme

Sebagian orang beranggapan bahwa menjaga jarak dengan tim adalah cara terbaik agar tetap dihormati.

Namun menurut saya, kedekatan bukanlah masalah selama tetap dibangun di atas nilai profesionalisme. (Tantangan menyeimbangkan kedekatan dan batas profesional ini merupakan salah satu dinamika seru yang kita kupas di [Podcast: Rahasia Menjadi Leader Millenial!]).

Leader tidak harus selalu menjaga jarak.

Yang jauh lebih penting adalah memastikan seluruh anggota tim memahami batas antara hal-hal yang profesional dan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan dalam hubungan kerja. (Batas-batas etika dan profesionalisme ini akan jauh lebih mudah dipahami oleh tim jika perusahaan memiliki landasan budaya kerja yang kuat, yang bisa dirumuskan melalui salah satu service dari Bicara HR yaitu [Jasa Pembuatan Company Values]).

Dengan begitu, hubungan kerja dapat tetap terasa hangat tanpa kehilangan rasa hormat dan profesionalisme.




Leader yang Dihormati Tidak Harus Ditakuti

Pada akhirnya, seorang leader tidak perlu ditakuti hanya karena memiliki jabatan atau posisi yang lebih tinggi.

Leadership yang baik bukan hanya mampu membuat tim patuh.

Tetapi juga mampu membangun rasa percaya, rasa aman, dan rasa hormat yang tumbuh secara alami. (Jika organisasi Anda membutuhkan partner profesional untuk mengevaluasi dan membangun ekosistem leadership yang lebih sehat, tim kami siap mendampingi melalui service [Jasa Konsultasi HR Untuk Perusahaan]).

Karena menurut saya, penghormatan yang paling bernilai bukan datang karena struktur organisasi. (Sebab jabatan yang tinggi saja sama sekali tidak menjamin seseorang bisa memimpin, seperti fenomena nyata yang kita obrolin di [Podcast: Leader? Tapi Kok Gak Punya Leadership?]). Melainkan karena kualitas leadership yang benar-benar dirasakan oleh tim.

Semoga bermanfaat. 😊

Komentar